TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM)

DEFINISI TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM)
TQM merupakan salah satu tema yang menarik dalam kajian ilmu manajemen, baik manajemen operasi, manajemen pemasaran, manajemen, sumber daya manusia maupun manajemen strategi. Penelitian tentang TQM banyak kita temukan dalam jurnal nasional maupun dalam jurnal internasional. Filippini (1997) yang meneliti evolusi manajemen operasi sejak tahun 1980-an sampai 1990-an menemukan bahwa manajemen kualitas merupakan salah satu topik yang paling relevan dalam manajemen operasi.  Salah satu alasan penelitian ini banyak dilakukan karena TQM telah menjadi filosofi sebagian besar perusahaan, baik perusahaan manufaktur, perusahaan jasa maupun perusahaan dagang (dalam pengamatan penulis, TQM lebih banyak dilakukan diperusahaan manufaktur dan perusahaan jasa, walaupun tidak menutup kemungkinan untuk diterapkan diperusahaan dagang).
Selama ada istilah yang menyatakan bahwa sesuatu yang berkualitas itu mahal. Ini adalah pernyataan yang sebenarnya kurang tepat. Perusahaan yang menjaga kualitas memiliki dua keunggulan: unggul dalam pendpatan dan unggul dalam biaya. Unggul dalam pendapatan karena mereka menawarkan produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen. Unggul dalam biaya karena mereka bisa melakukan proses produksi yang efesien dan meminimalisir “waste” atau pemborosan. Dua keunggulan ini bisa dipertahankan oleh perusahaan dengan melakukan continius improvement atau perbaikan terus-menerus. Dua keunggulan ini yang membuat perusahaan yang menjaga kualitas akan memiliki keunggulan bersaing yang berkelanjutan. Keunggulan bersaing inilah yang membuat perusaahaan bisa bertahan dalam persingan dan menghadapi perubahan lingkungan yang cepat.
TQM (yang dikenal juga dengan Manajemen Kualitas Terpadu, Manajemen Kualitas Total dan Manajemen Mutu Total) merupakan sesuatu yang harus ketahui dan dipahami oleh pelaku bisnis (praktisi) maupun akademisi. Filosofi ini bias diterapkan di berbagai jenis perusahaan atau lembaga, karena berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada konsumen. Tulisan ini berusaha untuk menguraikan kembali pengertian dan manfaat penerapan TQM dalam organisasi. Semoga tulisan ini bisa menjadi salah satu bahan untuk didiskusikan.
Definisi tentang TQM ini telah banyak kita temukan. Walaupun menggunakan bahasa yang berbeda, tapi memiliki persamaan. Pada intinya, TQM berusaha untuk menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan menjaga kualitas tersebut pada semua proses organisasi. Wruck dan Jensen (1994) menyatakan bahwa inti dari TQM adalah kemampuan organisasi untuk menciptakan nilai dan membawa efesiensi kepada organisasi dengan mengoptimalkan semua pengetahuan, informasi dan sumber daya yang ada di organisasi tersebut.
Dalam tulisan ini, penulis mencoba untuk menampilkan beberapa definisi tentang TQM yang dirujuk dari beberapa jurnal penelitian dan buku teks. Definisi TQM menurut para ahli adalah sebagai berikut:
  1. A holistic management philosophy that strives for continuous improvement in all functions of an organization, and it can be achieved only if the total quality concept is utilized from the acquisition of resources to customer service after the sale.  (Kaynak, 2003).
  2. A fhilosophy or an approach to management made up of a set of mutually reinforcing principles, each of which is supported by a set of practices and techniques (Dean dan Bowen, 1994)
  3. An integrated approach to achieving and  sustaining  high  quality output,  focusing  on  the  maintenance  and  continuous  improvement  of  processes  and  defect  prevention  at  all  levels  and  in  all functions  of  the  organization,  in  order  to meet  or  exceed  customer  expectations (Flynn, Schroeder, dan Sakakibara (1994).
  4. Suatu cara untuk meningkatkan performansi secara terus menerus (continius performance improvement) pada setiap level operasi atau proses, dalam setiap area fungsional dari suatu organisasi, dengan menggunakan semua sumber daya manusia dan modal yang tersedia (Gaspersz, 2008).
  5. Semua aktivitas dari fungsi manajemen secara keseluruhan yang menentukan kebijaksanaan kualitas, tujuan-tujuan dan tanggung jawab serta mengimplementasikannya melalui alat-alat seperti perencanaan kualitas (quality planning), pengendalian kualitas (quality control), jaminan kualitas (quality assurance) dan peningkatan kualitas (quality improvement) (ISO 8402).

Kaynak (2003) menjelaskan bahwa TQM adalah Sebuah filosofi manajemen yang holistik yang berusaha untuk melakukan perbaikan terus-menerus di semua fungsi, lini maupun divisi organisasi, dan dapat dicapai hanya jika konsep kualitas terpadu dimanfaatkan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada untuk pelayanan konsumen purna jual. Definisi ini menjelaskan kepada kita semua bahwa TQM merupakan konsep yang menyatu dan menyeluruh dalam sebuah organisasi. Menjaga kualitas dimulai dari saat pengadaan bahan baku, pengolahan, pengiriman  dan menjaga hubungan baik dengan konsumen tersebut. Karena itu, organisasi atau perusahaan bisa meningkatkan dan mempertahankan kualitas ketika organsisasi / perusahaan menjaga hubungan baik dengan supplier (pemasok) dan dengan konsumen, disamping menjaga keharmonisan iternal tentunya.
Definisi quality management menurut Flynn et al. (1994 : 342) adalah: pendekatan terpadu untuk mencapai dan mempertahankan output yang berkualitas tinggi, fokus terhadap pemeliharaan dan perbaikan proses yang berkelanjutan dan pencegahan kegagalan pada semua level dan fungsi organisasional, dalam rangka untuk memenuhi atau melampaui harapan konsumen. Karena itu, perusahaan yang menerapkan TQM akan fokus kepada peningkatan kepuasan konsumen, baik dalam bentuk produk maupun proses.

1 comments:

Universitas Islam Indonesia said...

Terimakasih Infonya
sangat bermanfaat..
Perkenalkan saya mahasiswa Fakultas Ekonomi di UII Yogyakarta
:)
twitter : @profiluii

Post a Comment